Agus Anggoro Sigit, S.Si, M.Sc dan Drs. Priyono, M.Si.

(Dosen Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta)

Pembelajaran adalah sebuah proses transfer materi dan nilai kepada siswa atau mahasiswa dengan berbagai metode dan media untuk bisa mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirancang dalam rencana pembelajarn semester (RPS) sehingga dapat mencapai kompetensi yang diharapkan. Hasil belajar bisa diwujudkan dalam bentuk nilai melalui evaluasi pembelajaran. Dalam tataran standar yang dikembangkan oleh Badan Akreditasi Nasional, out put dalam pembelajaran tidak hanya berupa proses dan nilai, akan tetapi bisa dikembangkan sampai produk kegiatan lain yang bermanfaat kepada masyarakat misalnya dalam bentuk penelitian mahasiswa, pengabdian mahasiswa kepada masyarakat bahkan sampai publikasi.

Beberapa pengampu mata kuliah di Fakultas Geografi UMS telah mengembangkan model integrasi tersebut. Salah satunya adalah mata kuliah Managemen Produksi Peta (MPP) yang dimulai sejak tahun 2015. Mata kuliah MPP diberikan pada semester 7 atau semester terakhir menjelang skripsi. Mata kuliah ini dikemas dalam sebuah kuliah terintegrasi yang memuat materi pengajaran, pengabdian sekaligus menjadi substitute kegiatan Kuliah Kerja Nyata (yang tidak lagi diwajibkan), hingga melahirkan program pengabdian kolosal yang diberi nama Program 1000 Peta Desa Geografi Membumi). Program ini berjalan dengan melibatkan ratusan mahasiswa peserta kuliah MPP setiap tahunnya yang dibiayai sepenuhnya murni dari kantong mahasiswa. Produk utama kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah satu buah peta citra desa dan satu buah peta tematik untuk setiap desa terpilih di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Peta Citra merupakan pengembangan dari peta konvensonal yang berbasis vector. Peta citra sebagai peta modern mampu menggambarkan obyek di permukaan bumi baik obyek alami maupun budaya sesuai wujud aslinya di permukaan bumi sehingga pengguna dapat melihat dari dekat keterkaitan obyek yang tergambar sebagai media perencanaan yang terintegrasi dalam menunjang pembangunan baik di tingkat mikro atau pedesaan sampai tingkat nasional. Skala peta yang disajikan mengikuti Level perencanaan yang dibuat , bila level mikro maka diperlukan skala peta besar yaitu skala antara 1:5.000 hingga 1:250.000. Skala ini cocok untuk menggambarkan daerah yang sempit misalnya peta kalurahan, peta desa, peta kecamatan sampai peta kota atau kabupaten. Kemudian ada peta skala sedang yang berkisar antara 1:250.001 hingga 1:500.000 dan peta skala kecil yaitu peta dengan memiliki skala 1:500.000 sampai 1: 1.000.000.        

1000 Peta Desa adalah sebuah program yang berasal dari gagasan pribadi (penulis) yang akhirnya didaulat oleh Fakultas Geografi UMS menjadi salah satu program unggulan dalam rangka menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi terutama bidang pengabdian kepada masyarakat. Program ini terbentuk atau bermula dari salah satu mata kuliah yang terdapat di Fakultas Geografi UMS, yakni Managemen Produksi Peta (MPP) yaitu sebuah mata kulliah pilihan yang ruhnya sebenarnya mata kuliah kewirausahaan. Sebagai sebuah mata kuliah kewirausahaan, maka MPP mengajarkan bagaimana membuka peluang agar keahlian dalam membuat peta sebagi keahlian tipikal geografi akhirnya dapat menghasilkan uang. Fakultas Geografi sudah mulai membumikan program integrsi mata kuliah dengan kegiatan penelitian, pengabdian pada masyarakat dan publikasi melalui berbagai media publikasi. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari auditor AMI Universitas( Pak Hari LJM, Pak Zaenal Arifin dan Ibu Mauly Halwat) saat mengaudisi di prodi geografi. Itulah makna silaturahmi dalam bentuk audit tengah tahun yang menjadi budaya di UMS sejak tahun 2010. Terima kasih LJM telah menebarkan

Data merupakan hal penting dalam setiap kegiatan pengambilan keputusan mulai dari hulu (perencanaan) sampai hilir (pelaksanaan), tak terkecuali data dalam bentuk peta yang sering disebut dengan informasi spasial (IG).  Ada perintah dalam dokumen ISO 9000 diperintahkan: tulis atau gambar apa yang anda rencanakan kemudian kerjakan apa yang yang sudah ditulis atau digambar dan tulis lagi(laporan) apa yang sudah dikerjakan. Peta adalah gambaran obyek terpilih di sebagian permukaan bumi yang diskalakan dan disajikan dalam bidang datar. Kelebihan data dalam bentuk peta adalah tersajinya data sesuai dengan lokasinya di muka bumi, baik yang bersifat kualitattif maupun kuantitatif. Kelebihan peta tersebut menjadikan sarana penting dalam perencanaan dan pengambilan keputusan, terutama yang terkait dengan penataan infrastruktur di muka bumi. Penataan infrastruktur harus terintegrasi agar memiliki manfaat yang saling mendukung, di situlah peta citra beraksi.                       

Keprihatinan atas fakta di atas telah menginspirasi lahirnya gagasan untuk mendesain sebuah kegiatan yang di dalamnya memuat banyak kepentingan sekaligus keuntungan untuk banyak kalangan. Untuk memuwujudkan kegiatan besar dan in syaa Allah mulia ini dibutuhkan sumber daya yang memadai baik secara kuantitas maupun kualitas. Atas dorongan semangat mengabdi untuk negeri, maka semua kesulitan di atas dapat teratasi, karena mahasiswa MPP Fakultas Geografi cukup dari segi kuantitas dan memadai dari segi kualitas terkait dengan penyediaan dan pembuatan data spasial. Sambutan baik dan positif dari mahasiswa ternyata tidak berhenti hanya sampai menyanggupi, namun bersedia mencukupi sendiri semua beaya yang dibutuhkan untuk mewujudkan program ini (semangat inilah yang membuat program ini tidak mudah ditiru oleh mahasiswa dari perguruan tinggi lain). Program ini cukup dalam maknanya dalam kaitannya dengan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, yang menjadikan PTM bukan hanya sebuah menara gading tapi sebuah menara yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Program ini juga ikut meningkatkan atmosfer akademik di prodi karena banyak karya mahasiswa yang ditelorkan menjadi artikel yang disubmit ke seminar nasional. Inilah titik krusialnya.

Pemberian nama dalam program ini mengandung banyak filosofi;
Angka 1000 mencerminkan impian, bahwa program ini berniat membantu desa di seluruh Jawa Tengah yang berjumlah 8000 lebih memiliki peta standar. Kata Peta Desa mencerminkan sasaran kegiatan yaitu implementasi konsep membangun Indonesia dari pinggiran sekaligus menjawab kebutuhan desa atau unit administrasi terkecil dalam pemerintahan. Adapun kata Geografi Membumi mencerminkan misi besar institusi agar Geografi makin dikenal masyarakat, bukan hanya ilmunya namun juga institusi yang melaksanakannya yaitu Fakultas Geografi dan juga secara otomatis perguruan tingginya, yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta, bahkan juga yang lebih besar yaitu Persyarikatan Muhammadiyah. Mengapa demikian, karena idenitas pelaksana baik nama Tim, nama fakultas sekaligus logo perguruan tinggi tercantum dalam produk peta.

Tahun ini adalah tahun ke VI program berjalan. Alhamdulillah walaupun pelan namun  berjalan berkelanjutan. Sejak diluncurkan hingga kini belum pernah stagnant. Hingga tahun ke V tercatat sudah ada sekitar 79 desa di wilayah Jateng dan sebagian Jatim yang sudah mendapat hibah peta desa dari program ini, dengan total beaya sekitar 79 x Rp 2.500.000,- = Rp 197.500.000,- semua dibiayai murni dari mahasiswa.

Model integrasi mata kuliah yang berbasis pengembangan seharusnya digalakkan terutama pada mata kuliah lanjutan agar mahasiswa memperoleh pengalaman meningkatkan ketrampilan mengaplikasikan kajian spasial, sekaligus berbasis kewirausahaan dan melatih mengasah kemampuan soft skill mahasiswa dan yang lebih penting lagi adalah jiwa mengabdi sesuai dengan tuntunan Islam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *